/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan  img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan  img:hover {border: 1px solid #333}

MANDIRI DENTAL SUPLAY

SELAMAT DATANG DI BLOG JUAL BAHAN DAN ALAT2 KESEHATAN GIGI.
KAMI DATANG BAGI YG MENCARI ALTERNATIF PASANG GIGI DENGAN HARGA EKONOMIS !?
KAMI BERPENGALAMAN SUDAH LEBIH DARI 17 Th. JADI JGN RAGU !!
SEGERA HUB. KAMI...
HP. 082142831833 atau HP: 081332795857 / BBM: 512EC943C

HOME / OFFICE:"
" MANDIRI DENTAL SHOP "

JL. GOLF KK.23 SOOKO, MOJOKERTO,
SALAM...SUKSES !

BANK BRI, A/N. KHOIRUN
No Rek. 371501010925539

ATAU

BANK JATIM, A/n. Sholeh Suprayitno
No Rek. 0322775202

TERIMAKASIH

Tampilkan postingan dengan label tulang keropos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tulang keropos. Tampilkan semua postingan

Kamis, 30 Oktober 2014

HIDUP SEHAT DENGAN HERBAL

HIDUP SEHAT DENGAN HERBAL

KHASIAT DAN MANFAAT CLOROFIL BAGI KESEHATAN


Manfaat klorofil untuk kesehatan banyak sekali, termasuk pencegahan anemia, menguatkan darah pembentuk organ dan kecukupan oksigen di dalam tubuh. Klorofil dipenuhi oleh antioksidan, serta memberikan efek menguntungkan terhadap berbagai kondisi medis seperti kanker, insomnia, penyakit gigi, sinusitis, pankreatitis dan batu ginjal. Klorofil membantu penyembuhan luka normal, pembekuan darah, keseimbangan hormon, penghilang bau, detoksifikasi tubuh serta dapat meningkatkan kesehatan pencernaan. Klorofil juga dapat menyembuhkan efek akibat oksidasi dan untuk kondisi peradangan seperti arthritis dan fibromyalgia. Klorofil juga memiliki sifat anti penuaan, anti mikroba dan membantu memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Apakah itu klorofil?
Klorofil adalah zat hijau daun pada tanaman yang memfasilitasi penyerapan cahaya dari matahari. Klorofil memiliki kemampuan untuk mengubah energi cahaya agar menjadi bentuk yang dapat digunakan untuk berbagai proses seperti fotosintesis, yaitu pada tanaman hijau untuk menyiapkan makanannya sendiri. Sel Tanaman menyimpan sinar matahari  dan kemudian membuatnya agar bisa kita konsumsi. ItulH alasan di balik warna hijau dan pigmentasi pada tanaman. Ada berbagai macam bentuk klorofil yang terbentuk secara alami,  seperti klorofil a dan klorofil b. Namun yang paling penting dan banyak terdapat dalam tanaman adalah klorofil a.
Klorofilin merupakan turunan klorofil yang diperoleh dari campuran sodium dan garam tembaga yang berasal dari klorofil. Sementara klorofil larut dalam lemak, dan klorofilin larut dalam air dan juga digunakan sebagai obat alternatif.
Fakta menarik tentang klorofil adalah struktur molekulnya yang mirip dengan hemoglobin, yaitu yang merupakan bagian terpenting dari darah manusia. Satu satunya pengecualiannya adalah atom pusatnya,  kalau zat besi untuk hemoglobin dan magnesium untuk klorofil. Karena kualitasnya yang unik ini, maka klorofil cair dapat melakukan fungsi yang sama dalam tubuh manusia sebagai hemoglobin. Meskipun dunia gizi belum mengagumi potensi klorofil yang sesungguhnya, klorofil adalah diantara elemen yang paling penting bagi tanaman dan dunia biologis sejak ada.
Klorofil: Fakta dan Guna
BISA DIDAPATKAN DISINI
082142831833
PAK SHOLEH.
KAMI JUGA BISA ANTAR KETEMPAT ANDA, DAN JUGA MELAYANI CEK KESEHATAN
HANYA DENGAN Rp. 15 rb saja, sudah cek kesehatan LENGKAP !!
INFO PELUANG USAHA DAN MANDIRI:
·        MODAL KECIL, RESIKO GAGAL  10 %
·        KESEMPATAN SUKSES 90 %

·        HUB. 081332795857

Habbatusauda dan Kekebalan Tubuh

Tubuh dikarunia Sang Maha Pencipta system pertahanan yang dibutuhkan agar tubuh terhindar dari berbagai serangan penyakit. Sistem pertahanan inilah yang kemudian disebut sebagai system imunitas.
Habbatussauda merupakan bahan herbal yang telah digunakan ribuan tahun yang lalu. Bahkan Nabi saw merekomendasikan sebagai bahan obat yang dapat menanggulangi semua penyakit.
Bagaimanakah peran Habbatussauda terhadap kesehatan tubuh manusia?
SISTEM PERTAHANAN TUBUH MANUSIA
Sistem Imun/pertahanan dibagi 2 :
1. Sistem Imun Non Spesifik.
a. Pertahanan Fisik dan Mekanik
Batuk, bersin, muntah, bahkan diare merupakan pertahanan tubuh mekanis. Silia saluran nafas, kulit, selaput lender merupakan pertahanan fisis.
b. Pertahanan Biokimia
Bahan yang dihasilkan oleh kelenjar di tubuh seperti keringat, minyak, lendir di hidung, telinga, ludah, air mata dan juga ASI merupakan produk yang menjadi pertahanan biokimia.
c. Pertahanan Humoral.
Terdiri atas komplemen, interferon dan C Reaktif Protein sebagai pengaktif komplemen.
Komplemen berfungsi untuk meningkatkan aktivitas fagositosis yang dilakukan oleh sel-sel darah putih dan sel-sel pemakan (fagosit), menetralkan dan menjadikan virus tidak memiliki kemampuan berkembang biak, mengeliminasi infeksi sekaligus organisme penyerang, dan memusnahkan mikroba sebelum terbentuknya anti-bodi spesifik.
Interferon merangsang jaringan tubuh untuk melawan terjadinya infeksi ketika diserang oleh virus lain; lantas mencegah virus tersebut berkembang, sebelum akhirnya dimusnahkan oleh tubuh sejak dini.
d. Pertahanan Seluler
Fagosit. Dialah yang melakukan proses pemakanan, pembunuhan, dan penghancuran organisme atau zat asing oleh sel-sel darah putih yang dikenal dengan sebutan sel pemakan (fagosit).
Sel-sel pembunuh alami (natural killer cells) adalah sel-sel limfosit terbesar dan memiliki banyak granula yang mengandung enzim-enzim yang berfungsi untuk menembus membran sel-sel penyerang, sehingga menyebabkan sel-sel penyerang tersebut terurai dan mati.
2. Sistem Imun Spesifik.Sistem kekebalan spesifik adalah kemampuan tubuh untuk membentuk kekebalan spesifik yang kuat dan sempurna guna melawan semua faktor penyerang tubuh sekaligus. la juga disebut sistem kekebalan diperoleh (acquiredimmunity). la merupakan sistem kekebalan yang diperoleh tubuh dari hasil interaksi sistem kekebalan tersebut dengan faktor eksternal yang menembus lapisan pertahanan tubuh dan menguasai jaringan-jaringan yang ada di dalam tubuh, yang kadang-kadang menyebabkan timbulnya penyakit nyata, seperti: mikroba-mikroba jahat, virus-virus, racun-racun, dan jaringan-jaringan asing yang berasal dari hewan-hewan lain. Sistem kekebalan ini terdiri dari sistem limfatik, sel-sel limfatik yang memproduksi antibodi, dan sel-sel limfatik spesifik yang membunuh setiap mikroba yang menyerang tubuh berdasarkan struktur dan keadaannya.
Limfosit (Sel-sel Limfatik) adalah Senjata Spesifik
Limfosit merupakan senjata paling spesifik yang disiapkan untuk menghadapi setiap jenis unsure penyerang dengan karakteristik yang spesifik maupun racun-racunnya yang destruktif. la bisa disebut se-bagai senjata pertahanan pamungkas dalam medan pertempuran.
PERAN HABBATUSSAUDA DALAM SISTEM IMUN
Dalam penelitian yang dilakukan di Amerika Serikat, ditemukan bahwa Habbatussauda memiliki khasiat meningkatkan system kekebalan tubuh manusia. Riset tersebut dilakukan dua tahap dengan proses sebagai berikut:
1. Pertambahan sel-sel limfosit T-helper (sel T pembantu) dibandingkan dengan sel-sel limfosit Ts (sel T penghancur) dengan perbandingan 55 %, pertambahan proporsional aktivitas sel-sel pembunuh alami (Natural killer cells) dengan perbandingan 30 %.
Kajian tersebut diulang sekali lagi oleh kelompok sukarelawan kedua, hal itu dikarenakan para sukarelawan pada riset pertama dipengaruhi faktor stress individual maupun ekonomi, serta stress terkait dengan pekerjaan selama masa riset, dimana faktor stress tersebut sangat berpengaruh terhadap sistem kekebalan tubuh.
2. Riset kedua dilakukan terhadap delapan belas sukarelawan yang memiliki indikasi kesehatan prima. Para sukarelawan dibagi menjadi dua kelompok, yakni satu kelompok mengkonsumsi Jinten hitam dengan takaran 1 gr, dua kali dalam sehari, sedangkan satu kelompok pembanding mengkonsumsi activated carbon sebagai pengganti dari Jinten hitam tersebut selama empat pekan. Bubuk biji Jinten hitam dimasukkan ke dalam kapsul-kapsul yang sama persis dengan bubuk carbon.
Melalui riset ini, diperoleh kesimpulan bahwa Jinten hitam berpengaruh menguatkan fungsi-fungsi kekebalan; di mana kadar sel limfosit Th bertambah dibandingkan sel limfosit Ts dengan perbandingan rata-rata 72 %, dan terjadi perbaikan aktivitas sel pembunuh alami (Natural killer cells) dengan perbandingan rata-rata 74 %.Adapun pada kelompok pembanding, yaitu yang tidak memakai Jinten hitam, hanya terjadi pengurangan 7 % sel limfosit Th dibandingkan dengan sel limfosit Ts, terjadi perbaikan 42% aktivitas sel pembunuh alami.Disimpulkan bahwa hal ini disebabkan oleh kemampuan nutrisi alami untuk menciptakan pengaruh dalam menguatkan kekebalan setelah carbon menyerap partikel-partikel kimiawi yang beracun dalam makanan yang dicerna dan minuman.
KEGUNAAN SISTEM IMUN TUBUH YANG BAIK
Dengan sistem pertahanan tubuh yang baik, kita mendapatkan banyak manfaat:
1. Tidak gampang terinfeksi oleh mikroorganisme baik itu bakteri, virus, jamur, protozoa dlsb.
2. Tidak mudah jatuh sakit.
3. Tercegah dari penyakit kanker.
4. Tercegah dari penyakit degeneratif akibat proses penuaan.
5. Metabolisme tubuh berjalan dengan baik.
(Materi diangkat sebagai topik talkshow kesehatan di acara Mara Morning Show di 106,7 Mara FM Bandung pada tanggal 16 Maret 2011, jam 08.00 - 09.00 WIB)

HABBASYI OIL 210 KAPSUL


Harga : Rp  90.000,00
Indikasi dan Kegunaan :
Meningkatkan daya tahan tubuh (immunitas), Membantu mengatasi berbagai penyakit, seperti : Radang tenggorokan, nyeri sendi, rematik, asam urat, lambung, maag, migren, alergi, insomnia, anemia, ginjal, gangguan jantung, TBC, liver, kencing manis, paru-paru kronis, sesak nafas, asthma, wasir, tumor, kanker, tekanan darah tinggi, menurunkan kolesterol.
Aturan Minum :
Pencegahan      : 2x2 Kapsul / Hari
Pengobatan      : 3x2 Kapsul / Hari
Penyakit Kronis  : 4x2 Kapsul / Hari
Anak-anak        : 3 Kapsul / Hari
Tidak ada komentar: 

BUDIDAYA JAHE DAN YG LAINNYA



BUDIDAYA JAHE MERAH DI POLYBAG DAN KARUNG
jahe brebes
REKKKK…. PIYE KABARE ??? AYOK NANDUR JAHE ABANG NANG POLYBAG!!!
Salah satu pembudi daya jahe merah, mengatakan menanam jahe merah dengan media karung atau polybag tidak ribet dan tidak memakan tempat besar namun hasilnya bisa tinggi. Misalnya jika menggunakan tanah di kebun, hasil yang didapat untuk sekali panen hanya 1-5 kg, sementara di dalam karung bisa lebih dari 20 kg.
Keuntungan lainnya, waktu tanam menggunakan media karung atau polybag lebih singkat, hanya 8-10 bulan. Sementara di dalam lahan kebun harus lebih dari satu tahun. Selain itu, lahan di kebun kurang bagus jika terus-terusan ditanam jahe, kualitas tanah akan berkurang, panas, dan unsur haranya habis.
Keuntungan menggunakan karung atau polybag simpel. Dia memberikan estimasi pengeluaran dan hasilnya, misalnya untuk satu karung diisi cukup dengan satu tunas dengan harga bibit kisaran Rp.400 hingga Rp.1.000 Dalam waktu 8 hingga 10 bulan atau paling lama 1 tahun, bisa menghasilkan minimal 20 kg. “Keuntungannya bisa dihitung sendiri, harga per kilogram jahe yang cukup tinggi dikalikan dengan jumlah karung yang tersedia.
Faktor yang Memungkinkan Budidaya Jahe Merah Menguntungkan
Mari kita urai beberapa yang mungkin akan menjadi faktor menguntungkan atau mendukung keberhasilan budidaya jahe merah
1. Permintaan terhadap Jahe Merah masih cukup tinggi, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.
2. Tanaman Jahe bisa tumbuh pada ketinggian 0 – 2.000 m.dpl. sehingga cakupan tempat budidaya relatif luas.
3. Teknis budidaya relatif mudah, dengan menggunakan media tanam di dalam polybag ataupun karung bisa dilakukan
4. Harga jual jahe merah menurut perkembangan pasar saat ini nilai ekonomi olahan lebih tinggi dibanding harga jahe mentah.
5. Belum begitu banyak yang melakukan budidaya jahe.
6. Biaya yang harus dikeluarkan relatif rendah. Kita hanya perlu menyediakan polybag atau karung, tanah, pupuk, dan bibit serta biaya pemeliharaan yang tidak begitu besar, apalagi bila dilakukan oleh kita sendiri.
video persiapan tanam jahe merah http://www.youtube.com/watch?v=OX7Sjl64fn0
Persiapan bibit.
Bahan bibit diambil dari kebun, dipilih dari tanaman yang sudah tua, berumur 10 bulan ke atas dan pilih fisiknya besar, warnanya cerah, sehat dan tidak terluka/lecet alias mulus abis. Setelah diseleksi, rimpang jahe di jemur tidak sampai kering, kemudian simpan dalam suhu ruang sekitar 1 – 1,5 bulan.
bibit jahe
CIMG1669
Perlakuan bibit.
Rimpang jahe simpanan di ambil setelah itu patahkan/potong dengan tangan, setiap potong memiliki 3-5 mata tunas setelah itu di jemur 1 hari. Keesokan harinya, potongan tersebut dimasukkan wadah/keranjang yang berlobang/karung goni lalu dicelupkan dalam larutan fungisida dan zat pengatur tumbuh sekitar 1-2 menit, kemudian keringkan.
Persiapan bedeng semai dan penyemaian bibit.
Lahan bedengan bersihkan dari gulma dan ratakan, bagian dasar ditabur abu/sekam/gergajian setebal 5-10 cm. di atasnya beri lampisan tanah dan pasir halus/ladu tebal sekitar 5 cm lalu bibit taruh berjajar merata di atasnya. Kemudian ditutup dengan ladu. Pasang bambu di plengkung tinggi 40 cm kemudian tutup plastik. Penyemaian ini berguna buat berkecambah/tumbuh jadi serempak. Di persemaian kurang lebih sampai berumur 3 – 5 minggu siap tanam.
jahe merah
Media tanam.
Siapkan pupuk kandang, pasir halus, sekam bakar/abu, tanah, khusus untuk pemberian dolomit dan NPK: 1% dari semua campuran dan MOL (stater mikroba) setelah itu campur/aduk merata tutup dengan plastik, setiap pagi selama 7 – 15 hari media tanam aduk-aduk jangan lupa setelah selesai tutup plastik kembali. Setelah itu media siap digunakan
media tanam jahe
kompos
Penanaman
Persiapkan polibag plastik hitam ukuran 60 x 60 cm atau karung , kemudian di tekuk melebar masukkan media tanam yang telah disiapkan tanah campur kompos atau pupuk kandang.. seleksi bibit dipersemaian pilih yang sehat dan bongsor, dengan cara di congkel setelah itu tanam. Kemudian ditata rapi dalam bedengan. di atas bedengan pasang paranet tinggi 1.5 m guna peneduh/mengurangi terik dan curah hujan.
1532ce27360641ae753ec21daf0fb6cb
Perawatan
Perawatan yang dilakukan untuk penanaman jahe terbilang sederhana dan tidak ribet. Pembenihan dengan penyiraman dilakukan setiap 2 – 3 minggu dan dengan waktu yang sama siram air di campur pupuk organik media tanamnya pun bila ada hama dan penyakit segera di semprot insektisida atau fungisida organik. Setiap 25 hari sejak umur pertumbuhan tambahkan media tanam setinggi 10 cm dan bersihkan gulma di sekitar tanaman.
Pemanenan rimpang jahe merah dengan kualitas terbaik, didapat ketika masuk usia 9-10 bulan. Dengan cara sobek bagian tepi hingga tanah keluar, lalu pegang batang tanaman dan goyang-goyangkan pelan hingga tanah yang menempel di rimpang luruh. Pisahkan rimpang utama yang baik/super dengan rimpang pocelan, untuk menghindari penurunan kualitas jangan memotong memakai pisau atau benda logam, cukup pakai tangan dengan lembut.
jahe poly
CIMG1659
perlakuan pemotongan tanaman
perawatan jahe
Harapan,panen
Jahe merah di panen dalam umur 8-10 bulan, perhitungan sederhana setiap polibag, minimal menghasilkan rimpang jahe 10 kg @ 500 polibag = 5.000 kg jahe segar Rp. 8.000/kg x 5000 kg = Rp. 40.000.000,00 dikurangi Biaya produksi
Sedangkan dengan pengunaan karung bisa menghasilkan rimpang jahe 20 kg @ 500 karung = 10.000 kg jahe segar, anggaplah harga pasar minimal Rp. 8.000/kg x 10.000 kg = Rp. 80.000.000,00 dikurangi Biaya produksi….
jahe gajah dalam kemasan karung
hasil kemasan jahe gajah
Analisa Ekonomi Budidaya Tanaman Jahe merah
Analisa ini saya lakukan secara praktis berdasarkan rencana penanaman pada 100 karung media tanam. Yang diperhitungkan adalah total biaya yang dikeluarkan meliputi modal awal dan biaya pemeliharaan dibandingkan dengan target pemasukan uang berdasarkan hasil penjualan tanaman jahe.
1. Biaya yang di keluarkan meliputi :
• Karung : 500 karung x Rp. 100,- = Rp. 500.000,-
• Pupuk kompos + media : 500 karung x Rp. 3.500- = Rp. 1.750.000,-
• Pupuk NPK : 500 karung x Rp. 2.000,- = Rp. 500.000,-
• Bibit Jahe : 500 karung x Rp. 1.000,- = Rp. 500.000,-
• Pupuk Cair / MOL : Rp.100.000,-
• Lain-lain : = Rp.500.000,- TOTAL Biaya yang sudah dan akan saya keluarkan = Rp.3.850.000,-
2. Hasil Penjualan Jahe Merah
Berdasarkan pengalaman di tempat lain dan informasi dari petani jahe merah yang sudah berjalan. Rata-rata hasil panen jahe merah per karung atau polybag dengan cara di atas dapat mencapai 15-25 kg/karung.
Jadi asumsi perkiraan total hasil panen 500 karung x 20 kg = 10.000 kg
Harga per kg Jahe Merah memang fluktuatif dikisaran Rp.10.000 – Rp.15.000,- tergantung pembeli dan kualitas tentunya. harga jual yang akan saya peroleh anggap saja rendah yaitu Rp. 8.000,-/kg (berdasar informasi pengepul minimal Rp.8.000,-/kg).
Hasil penjualan : 10.000 kg x Rp. 8.000 = Rp. 80.000.000,-
Keuntungan atau laba : Rp. 80.000.000,- – Rp. 3.850.000,- = Rp. 76.250.000,-
GAJIAN TIAP BULAN.
Banyak orang beranggapan “bertani itu tidak bisa memberi penghasilan tiap bulannya”, Bertani hanya memberi penghasilan pas pada waktu panen saja. Menurut saya anggapan ini 100% salah, Ya salah satunya dengan cara menanam jahe dengan media karung/glangsing/polibag.
Caranya tiap bulannya kita musti tanam jahe ya misal 20-50 polibag/karung. Jadi diawal tiap bulannya kita tanam jahe. Contoh misal bulan januari minggu awal kita tanam 50 polibag/karung jahe, maka bulan februari di minggu awal berikutnya kita tanam lagi 50 polibag/karung, begitu juga bulan maret dan bulan-bulan berikutnya.
Kalau tanam terus kapan panennya rekkk..?
Biasanya jahe sudah bisa dipanen di usia 8-10 bulan, lebih baik kwalitasnya jika panen di usia 10 bulan saja supaya jahe matang tua sempurna
Untuk skema tanam dan waktu panen bisa dilihat dari tabel di bawah ini.
Waktu Tanam         Jumlah Tanam           Waktu Panen
Januari                        50 Karung                  November
Februari                      50 Karung                  Desember
Maret                           50 Karung                    Januari
April                             50 Karung                   Februari
Mei                               50 Karung                     Maret
Juni                              50 Karung                      April
Juli                               50 Karung                       Mei
agustus                        50 Karung                      Juni
September                  50 Karung                      Juli
Oktober                       50 Karung                  Agustus
November                   50 Karung               September
Desember                   50 Karung                 Oktober
Hitung-hitunganya gimana? berapa rupiah yang kemungkinan bisa kita hasilkan tiap bulan.
Modal Tiap bulannya :
Bibit jahe 50 rimpang x Rp.1.000,- Rp. 50.000 === > ( sekitar 1,5 – 2 kg jahe )
Polibag/karung 50 x Rp.1.500 Rp.75.000
Media Tanam 50 x Rp.2500 Rp. 125.000
Pupuk Cair / Mol Rp. 50.000
TOTAL Rp. 300.000,-
Hasil tiap bulannya :
Tanam jahe media karung bisa menghasilkan 10-25 kg tiap karungnya. Tapi disini kita ambil contoh hasil terendah saja misalkan saja 1 karung menghasilkan 10 kg jahe dan harga jual per kilo jahe tingkat pengepul Rp.8.000.
Maka : 50 karung x 10 kg = 500 kg
500kg x Rp.8.000 = Rp. 4.000.000 – Rp. 300.000 = Rp. 3.700.000
Jadi bisa kita ketahui nantinya mulai bulan november sampai terus kedepan kita akan mendapat penghasilan
Rp. 3.700.000. hasil ini bisa lebih jika hasil panen kita bisa maksimal dan harga jual jahe naik
jahemerahgede
hasil panen jahe
PIYE DULUR AYOK NANDUR JAHE ABANG…. Untuk pemasaran nanti bisa kontak kesini… akan dibantu untuk mencari Link pemasaran!!

Jumat, 20 Juli 2012

PERMASALAHAN RAHANG dan GIGI OMPONG

Gigi Tak Rata Bukan Sekadar Soal Estetika


Dibaca: 1249


Shutterstock
Ilustrasi maloklusi
JAKARTA, KOMPAS.com - Masalah maloklusi atau kelainan bentuk rahang dan susunan gigi, seperti gigi menonjol ke depan (tonggos) atau pun cameuh(rahang bawah menonjol ke depan), sesungguhnya bukan sekadar masalah estetika semata. 

Menurut drg.Amilia Jeni Susanto, gigi yang tidak rata atau maloklusi dapat menyebabkan tiga masalah cukup serius bagi pasien. Problem pertama yakni masalah yang berhubungan dengan psikososial yang berhubungan dengan estetika dan bisa menyebabkan seseorang menjadi kurang percaya diri.

Kedua adalah masalah yang berkaitan dengan fungsi oral (mulut), termasuk kesulitan dalam pergerakan rahang atau tidak adanya koordinasi otot atau rasa sakit, gangguan sendi rahang, masalah pengunyahan, penelanan makanan, serta fungsi bicara. Sedangkan yang terakhir adalah kerentanan yang lebih besar terhadap trauma atau penyakit periodontal. 

Dipaparkan oleh Amilia, maloklusi sebagian besar disebabkan karena faktor keturunan, namun juga bisa diakibatkan oleh kekurangan gizi yang menyebabkan terganggunya pertumbuhan rahang.  Tindakan meratakan gigi (ortodonti) untuk mengatasi maloklusi menurut Amilia sebaiknya dilakukan sebelum seorang remaja memasuki usia pubertal growth spurt (PGS) atau masa percepatan pertumbuhan di mana pertumbuhan tulangnya sudah berhenti.

"Keuntungan dari tindakan ortodonti sebelum pubertas adalah bisa dilakukan tanpa pencabutan gigi. Pada umumnya masa PGS pada remaja adalah usia 16 tahun," paparnya seusai meraih gelar doktor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (10/1/12).

Amilia menambahkan, modifikasi ortodonti yang dilakukan pada remaja biasanya adalah penggunaan alat-alat ortopedi untuk memperbaiki kelainan rahang.  "Sebaiknya anak usia 7 tahun dibawa ke dokter gigi untuk dilihat apakah mereka mengalami kelainan rahang atau tidak. Jika masalahnya adalah gigi yang tidak rata perawatannya bisa ditunda namun jika maloklusi sebaiknya dilakukan sebelum pubertas," paparnya.

Menurut hasil sebuah survei yang dilakukan Departemen Kesehatan, prevalensi maloklusi di Indonesia sangat tinggi, yakni mencapai 80 persen dari jumlah penduduk
.

Perbaiki Kelainan Rahang Sebelum Pubertas



shutterstock
KOMPAS.com - Kelainan rahang yang menyebabkan susunan gigi geligi tidak rata atau maloklusi bukan hanya dapat menyebabkan gangguan estetika, tetapi juga gangguan dalam pergerakan rahang. Maloklusi ini sebaiknya dikoreksi sebelum anak memasuki usia pubertas.

Keuntungan perawatan ortodonti (meratakan gigi) pada usia remaja adalah bisa dilakukan modifikasi dengan alat-alat ortopedik untuk menarik rahang, sehingga tidak diperlukan pencabutan gigi sehingga perawatannya menjadi lebih singkat.

"Kelainan yang mengenai rahang atau skeletal biasanya disebabkan karena faktor keturunan. Pada kondisi ini, penggunaan kawat gigi tidak banyak membantu karena kawat gigi hanya memperbaiki keadaan gigi. Padahal kelainan itu disebabkan karena bentuk rahangnya," papar drg.Amilia Jeni Susanto seusai promosi doktor di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Selasa (10/1) di Jakarta.

Amelia meraih gelar doktor dengan yudisium memuaskan di bawah bimbingan promotor Dr.Miesje K.Purwanegara, drg, Sp.Ort(K) dan kopromotor Prof. Dr. Tri Budi W. Rahardjo, drg.

Dalam disertasinya, Amilia memaparkan keuntungan menjalani perawatan ortodonti pada remaja yang belum masuk masa pubertal growth spurt (PGS). Bila perawatan dilakukan pada masa sekitar PGS akan memberi hasil yang baik. Penilaian apakah PGS anak sudah dimulai atau belum bisa dilakukan dengan mengukur tinggi dan berat badan anak serta menilai tahap maturasi rahang dengan indeks maturasi vertebrata.

Penelitian dilakukan pada 218 remaja di sekitar daerah Jakarta. Semua subyek penelitian adalah remaja dengna gizi baik, belum pernah melakukan perawatan ortodonti dan memiliki maloklusi tingkat 1. Hasil penelitian menunjukkan penilaian maturasi vertebrata servikal bisa menggantikan penilaian maturasi tulang karpal sehingga dokter bisa melakukan perawatan ortodonti meski pasien tidak melakukan foto rontgen.

"Sebenarnya tanpa foto rontgen, hanya dengan melihat profil wajah serta pengukuran tinggi dan berat badan anak sudah bisa dinilai. Namun untuk mengetahui keparahan kelainan rahang memang sebaiknya dirontgen," papar Amelia yang menjadi koordinator Pelayanan Medik Departemen Gigi dan Mulut Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Makin Tua Rahang Makin Menyusut



KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
KOMPAS.com — Pertambahan usia akan mengubah bentuk fisik seseorang. Salah satu yang ikut berubah adalah penyusutan rahang. Hal ini akan menyebabkan susunan gigi depan menjadi berantakan.
Perubahan bentuk rahang ini nyata terlihat dalam penelitian yang dilakukan selama 40 tahun. Lars Bondemark, profesor orthodontis dari Universitas Malmo, Swedia, membuat hasil cetakan gips gigi para mahasiswa pada tahun 1949 ketika mereka masih berusia 20 tahun.
Kemudian, pada tahun 1959 dan 1989 ia kembali membuat cetakan gigi yang sama dari mahasiswa yang sudah bertambah tua tersebut.
"Kami menemukan setelah 40 tahun ruang yang tersedia untuk gigi di rahang makin sedikit," kata Bondemark.
Makin sempitnya ruangan untuk gigi depan itu terjadi karena penyusutan rahang baik panjang maupun lebarnya beberapa milimeter, terutama pada rahang bawah.
Besar kecilnya penyusutan, menurut Bondemark, berbeda-beda pada tiap individu tergantung pada faktor anatomi dan keturunan. Pada beberapa kasus, penyusutannya sangat signifikan sehingga terjadi perubahan kemampuan menggigit.
Ditegaskan oleh dia, yang harus diketahui pasien adalah perubahan ini wajar terjadi. Sementara itu, para dokter gigi harus mempertimbangkan penyusutan rahang ini saat mereka akan membuat rencana terapi pada gigi pasien

.

Gigi Ompong Berdampak Buruk buat Lambung


Ilustrasi
JAKARTA, KOMPAS.com — Masalah gigi ompong bukan hanya merusak penampilan seseorang, melainkan juga bisa menjadi pemicu gangguan penyakit, terutama pencernaan.
Menurut spesialis prosthodonsia dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Trisakti Prof Dr drg Suzan Elias, seseorang dengan gigi ompong umumnya mempunyai masalah dengan lambung.
"Ibaratnya kalau kacang harus ditumbuk 10 kali, ini cuma sekali sudah ditelan. Jadi lambung tidak kuat. Oleh karena itu, pada orang yang giginya tidak benar, umumnya lambungnya juga tidak benar," katanya, saat acara Polident Adhesiv Cream Media Launch, Rabu (9/11/2011).


Suzan mengatakan, setiap individu yang kehilangan gigi (ompong) perlu suatu alat bantu untuk mengunyah makanan salah satunya dengan memasang gigi tiruan. Pasalnya, tanpa adanya suatu susunan gigi yang utuh, seseorang akan mengalami masalah saat proses mengunyah makanan. Akibatnya, apabila dibiarkan terus-menerus, akan berdampak buruk pada organ lambung.
"Tapi itu tidak terjadi seketika. Artinya, dalam jangka panjang, bukan jangka pendek. Oleh karena itu, setiap kehilangan gigi, sebaiknya dibuatkan penggantinya. Karena dengan ada penggantinya, pengunyahan akan lebih efektif," paparnya.
Menurut Suzan, ada dua jenis gigi tiruan yang dapat digunakan sebagai pengganti gigi yang ompong, yaitu gigi tiruan lepasan dan cekat. Kedua jenis gigi tiruan tersebut punya indikasi yang berbeda-beda. Pada gigi tiruan cekat, misalnya, indikasinya lebih terbatas karena harus mempunyai gigi pendamping di sebelahnya.
"Jenis ini bersifat permanen. Setelah kedua gigi sebelahnya diasah, selanjutnya gigi tiruan tersebut disemen dengan membuat jembatan ke gigi sebelahnya," katanya.
Sementara untuk pemasangan gigi tiruan lepas, tidak ada indikasi khusus dan pengerjaannya jauh lebih mudah, gampang dipasang, dan murah. Bahkan, menurut Suzan, gigi tiruan lepasan dapat digunakan oleh segala kelompok usia. Berbeda dengan gigi tiruan cekat, yang mempunyai batas usia minimal 17 tahun.
"Kalau yang lepasan siapa pun bisa karena tidak diasah giginya. Kita bilang ini crown extra-coronal (di luar) jadi tidak mengganggu," tambahnya.
Suzan menjelaskan, pada dasarnya ada 4 (empat) alasan penting yang mendasari mengapa orang dengan gigi ompong perlu untuk menggunakan gigi tiruan. Pertama, memperbaiki estetika. Kedua, memperbaiki pengunyahan. Ketiga, memperbaiki cara bicara dan keempat menjaga kelestarian jaringan sekitarnya.
"Jadi, kalau ada gigi yang ompong jangan dibiarkan. Harus diganti. Jika tidak, gigi yang lawannya akan turun akibat tidak mempunyai kontak. Begitu pula dengan gigi sebelahnya yang akan menyamping karena tidak ada kontak dengan gigi sebelahnya," terangnya.
Suzan mengakui, sampai saat ini belum ada data pasti berapa jumlah pemakai gigi tiruan di Indonesia. Menurut dia, gigi tiruan bukanlah barang yang murah sehingga penggunaan gigi tiruan masih tergantung dari sejauh mana kemampuan masyarakat.
Mengingat pentingnya kebutuhan masyakarat akan gigi tiruan, Suzan berharap ke depan pemerintah membuat suatu program khusus untuk mereka yang membutuhkan gigi tiruan agar dapat memperoleh pengobatan di puskesmas. Dengan begitu, masyarakat tidak terlalu dibebani dan bisa menjangkaunya.
"Mungkin dengan menggunakan bahan seperti akrilik (yang tidak terlalu mahal). Jadi orang-orang yang memang perlu gigi tiruan bisa dengan mudah bikin di puskesmas. Tapi, sampai sekarang belum ada jawaban dari pemerintah," tandasnya
.

Lansia Bergigi Ompong Lebih Rentan Pikun



Shutter Stock
Ilustrasi

kompas.com —
 Banyak pendapat yang mengatakan bahwa kehilangan gigi merupakan bagian dari proses penuaan. Ternyata, orang lanjut usia (lansia) yang kehilangan gigi lebih berisiko mengalami demensia atau kepikunan.
Kemunduran kemampuan kognitif yang ditandai dengan berkurangnya daya ingat itu merupakan salah satu gejala awal penyakit alzheimer. Bila dibandingkan dengan lansia yang masih memiliki gigi, mereka yang mulai ompong ternyata lebih banyak mengalami kepikunan.
Penelitian dilakukan terhadap lebih dari 4.000 orang Jepang berusia minimal 65 tahun yang memeriksakan gigi dan fisik. Partisipan yang mengalami gejala pikun lebih jarang,  bahkan tidak pernah, mengunjungi dokter gigi.
"Infeksi pada gusi bisa menyebabkan gigi tanggal dan membuat tubuh melepaskan zat kimia penyebab radang. Hal ini bisa memicu inflamasi di bagian otak, yang berakibat pada matinya saraf-saraf dan mempercepat kepikunan," kata Dr Nozomi Okamoto, peneliti.
Ia menambahkan, mekanisme tersebut bisa menjadi lingkaran setan. Hilangnya koneksi antarsaraf di otak bisa menyebabkan gigi tanggal dan akhirnya menyebabkan kemunduran kognitif.

Tulang Keropos Bisa Bikin Gigi Ompong


shutterstock
  • KOMPAS.com — Osteoporosis atau pengeroposan tulang bisa terjadi tanpa terlihat adanya perubahan bentuk atau struktur luar tulang, tetapi daerah di dalam tulang menjadi berlubang-lubang sehingga mudah patah. Demikian pula yang terjadi pada rahang.

Rahang sebenarnya merupakan tulang. Namun, rahang terdiri dari tulang trabekular yang tidak sepadat tulang biasa. Trabekular sangat rentan terhadap osteoporosis. Karena itu, jangan kaget bila tulang rahang yang menjadi tempat gigi menempel bisa keropos.

Pada waktu kalsium tulang digerogoti, rahang lebih dulu yang merasakan. Akibatnya, gigi menjadi longgar sehingga rentan menjadi ompong. Pada usia 65 tahun, orang yang sehat mungkin telah kehilangan sebagian besar giginya.

Selain rahang, kebanyakan tulang patah akibat osteoporosis juga terjadi pada bagian tulang belakang, pergelangan tangan, dan panggul. Sebenarnya, kejadian osteoporosis dapat ditunda atau dicegah.

Menurut dr.Sonja Roesma, SKM, AAK, dalam buku Pencegahan Dini Osteoporosis, pencegahan osteoporosis dapat dilakukan sejak pembentukan tulang saat bayi masih dalam kandungan hingga usia balita lewat pemenuhan gizi dan nutrisi. Selanjutnya, pemadatan tulang dan percepatan tumbuh saat usia remaja menjadi masa pencegahan yang paling berarti.

Tulang, seperti organ-organ lain dalam tubuh, membutuhkan diet seimbang yang terdiri dari energi, protein, lemak, karbohidrat, mineral, dan vitamin untuk pertumbuhannya. Tulang sangat memerlukan makanan yang kaya kandungan mineral dan kalsium.

Selain susu, kalsium juga banyak terdapat pada ikan teri, sarden, kacang-kacangan, dan sayuran. Dengan berinventasi pada "bank" tulang melalui gizi yang baik dan gaya hidup sehat, tulang menjadi kuat dan lebih tahan pada hari tua.
Sumber :
Healthday News